L’Arc~en~Ciel – 虹 (Niji / Pelangi)

Salah satu lagu Laruku pertama yang menggetarkan hati dan jiwa, makanya dibikinin terjemahannya :’)

漢字RomajiBahasa Indonesia
時は奏でて想いはあふれる
途切れそうなほど透明な声に
歩きだしたその瞳へ
果てしない未来が続いてる
本当はとても心はもろく
誰もがひびわれている
降り出した雨に濡れて
君はまた立ち止まってしまうけど
信じてくれるから
誰より高く 空へと近づく
輝きを集め光を求める
燃え付きても構わないさ
全ては真実とともにある

「少年は人の影に歪んだ憎しみを見た」
そんな世界なんてもう何も見たくないよ
何も! 何も! 何も!

それでも想う 貴方のことを
季節が流れていても…
目を閉じていつも見てた風景のように
何度目かの雨もあがった
せつない人よ 叶わぬ願いよ
なぜこの胸から愛は生まれて行く?
咲き乱れた花は揺れて
沈んだ大地に降り注ぐ
愛を時は奏でて想いはあふれる
途切れそうなほど透明な声に
歩きだしたその瞳へ
終わらない未来を捧げよう
Toki wa kanadete omoi wa afureru
Togiresou na hodo toumei na koe ni
Aruki-dashita sono hitomi e Hateshinai mirai ga tsuzuite ‘ru

Hontou wa totemo kokoro wa moroku
Dare mo ga hibiwarete iru Furidashita ame ni nurete Kimi wa mata tachidomatte shimau kedo
Shinjite kureru kara

Dare yori takaku sora e to chikazuku
Kagayaki wo atsume hikari wo motomeru
Moetsukite mo kamawanai sa
Subete wa shinjitsu to tomo
ni aru

“Shounen wa hito no kage de yuganda nikushimi wo mita”
Sonna sekai nante mou nani mo mitaku nai yo
Nani mo! Nani mo! Nani mo!

Sore demo omou anata no koto wo
Kisetsu ga nagarete ite mo… Me wo tojite itsu mo mite ‘ta fuukei no you ni
Nando me ga ame mo agatta

Setsunai hito yo
Kanawanu negai yo
Naze kono mune kara ai wa umarete iku?
Sakimidareta hana wa yurete
Shizunda daichi ni furisosogu

Ai wo toki wa kanadete omoi wa afureru
Togiresou na hodo toumei na koe ni
Aruki-dashita sono hitomi e Owaranai mirai wo sasageyou
detik waktu berlalu,
kenangan membuat pilu
terdengar suara jernih,
ratapan yang menyayat hati
hanya bagi dirimu, derap langkahmu baru,
masa depan tanpa batas ada untukmu

sejujurnya, p’rasaan,
sangat mudah terluka
semua orang telah merasakannya

hujan pun turun, basahi dunia
ku tahu bahwa langkah
majumu ‘kan terdiam
kar’na kau percayaiku

langitlah tujuanku,
siapapun tak bisa jangkau
kucari setitik cahaya,
gemerlap yang terasa silau

jika aku terbakar, takkan aku menyesal
kebenaran, takkan lepas, dari diriku

anak-anak menjadi saksi,

betapa manusia saling benci
sebuah dunia yang nampak gelap,
tak ingin aku melihatnya

tak ingin, aku melihatnya


apa pun yang terjadi,
dirimu kan kukenang
bahkan saat musim-musim berubah

kututup mata, kulihat segala
pemandangan yang tak
pernah kan kulupakan
hujan pun telah usai

wahai kau yang kucinta,
harapan tak pernah sirna,
mengapa cinta tercipta,
dari lubuk hati terdalam?

bunga pun bermekaran,
dari luar kuncupnya,
berguguran, di tanah
yang mulai tenggelam

cinta t’lah, bermain dengan

waktu, kenangan membuat pilu,
terdengar suara jernih,
ratapan yang menyayat hati

hanya bagi dirimu, derap langkahmu baru,

masa depan, tanpa akhir, kupercayakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *